Jumat, 10 Oktober 2014

FIKSI MINI

FIKSI MINI,


Aku sangat salut dengan dia. seringkali dia merasakan sakit. sakit bukan karena sakit, tapi karena ada yang membuatnya sakit. Sakit begitu dalam, dan tak hannya sekali lebam membiru. Mungkin saja itu adalah luka yang tertahan, tak pernah ku sangka, dia tetap tegar merasakan semua keperihan dan rasa sakit itu. Aku pun sering bertannya, terbuat dari apakah dia? meskipun luka terus menghujaninya, rasa sakit sering menggerusnya, Namun dia tetap tersenyum, menghadapi semua yang tengah di rasakannya. Aku tak mengerti mengapa dia sebegitu kokohnya bagai mentari yang tak luput menyinari bumi. Meskipun aku tau dibalik ketegaran yang ia alami, menyimpan luka yang berkepanjangan, dan mungkin butuh bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka yang sedemikian banyak itu. Suatu ketika, dia merasakan sakit yang luar biasa, dan kondisinya sekarat. Mungkin terlalu banyak luka yang selalu dia simpan dan tak pernah di tunjukkan oleh siapa pun. Dalam keadaan seperti itu, dia tetap tersenyum. entahlah mungkin dia tak lagi memikirkan semua rasa sakit dan  juga keadaannya. Hampir rapuh kondisi yang ia rasakan! apa yang membuat dia setegar itu? dan Aku sangat kagum dengan semua ketegaran dan ketulusannya dalam menerima apa yang ia rasakan. Hingga akhirnya dia pun tak kuat lagi menahan semuanya. Kini, dia telah mati. Dia adalah HATIKU. Jadi jangan tannya kenapa dia tak dapat lagi mengekspresikan semua perasaan nya. karena dia telah mati, dan semua rasa senang sedih marah bahagia hannya dibalas dengan ekspresi dingin juga datar, dan semua itu karena dia telah mati. </3


Created by: Azizah Cim^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar